Perbedaan PLTS on grid dan PLTS off grid
Perbedaan antara PLTS On-Grid dan PLTS Off-Grid:
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) On-Grid:
1. Definisi:
- Terhubung langsung ke jaringan listrik umum atau grid.
- Mengalirkan listrik yang dihasilkan ke grid, dan pemilik dapat memperoleh kredit listrik atau penggantian biaya.
2. Kelebihan:
- Penjualan Energi Ke Grid: Listrik yang berlebih dapat dijual kembali ke penyedia listrik.
- Stabilitas Pasokan: Tetap terhubung ke grid untuk pasokan listrik yang stabil saat matahari tidak bersinar.
3. Kekurangan:
- Tergantung pada Grid: Bergantung pada ketersediaan dan keandalan grid.
- Tidak Beroperasi Saat Padam Listrik: Tidak dapat beroperasi saat terjadi pemadaman listrik.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Off-Grid:
1. Definisi:
- Terisolasi dari jaringan listrik umum atau grid.
- Membutuhkan sistem penyimpanan energi, seperti baterai, untuk menyimpan listrik yang dihasilkan.
2. Kelebihan:
- Kemandirian Energi: Berfungsi secara mandiri tanpa tergantung pada grid.
- Solusi untuk Daerah Terpencil: Cocok untuk daerah terpencil atau yang sulit dijangkau oleh listrik grid.
3. Kekurangan:
- Biaya Tambahan: Memerlukan investasi tambahan dalam sistem penyimpanan energi.
- Keterbatasan Kapasitas Penyimpanan: Kapasitas penyimpanan energi dapat menjadi keterbatasan jika energi yang dihasilkan tidak mencukupi.
Kesimpulan:
- PLTS On-Grid cocok untuk lingkungan perkotaan dan ketersediaan grid yang stabil, dengan potensi untuk mendapatkan pengembalian investasi melalui penjualan ke grid.
- PLTS Off-Grid lebih sesuai untuk daerah terpencil atau yang sulit dijangkau oleh listrik grid, memberikan kemandirian energi namun dengan biaya tambahan untuk penyimpanan energi.
Pilihan antara PLTS On-Grid dan Off-Grid tergantung pada kebutuhan energi lokal, ketersediaan infrastruktur, dan preferensi pengguna.
Komentar
Posting Komentar