PLTS Off Grid dan Contoh Perhitungannya
PLTS off-grid, atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya off-grid, adalah sistem panel surya yang tidak terhubung ke jaringan listrik umum. Sistem ini dirancang untuk memasok listrik mandiri di lokasi yang terpencil atau tidak terjangkau oleh jaringan listrik tradisional.
Contoh perhitungan sederhana untuk PLTS off-grid melibatkan langkah-langkah berikut:
1. Tentukan beban listrik harian (dalam kilowatt-hour) yang ingin Anda penuhi.
2. Hitung kapasitas baterai yang diperlukan untuk menyimpan energi selama periode tanpa sinar matahari.
3. Pilih panel surya dengan kapasitas yang cukup untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan selama satu hari.
4. Tentukan regulator pengisian daya dan inverter yang sesuai dengan sistem.
5. Perhitungkan jumlah panel surya yang diperlukan berdasarkan kapasitas dan efisiensi panel.
Setelah itu, Anda dapat merancang instalasi PLTS off-grid dengan memperhitungkan faktor-faktor seperti lokasi geografis, intensitas cahaya matahari, dan estimasi konsumsi energi harian.
Mari kita ambil contoh perhitungan PLTS off-grid sederhana:
1. Beban Harian: Misalkan beban harian rumah adalah 10 kWh.
2. Kapasitas Baterai: Jika kita ingin menyimpan energi untuk dua hari tanpa sinar matahari, dan efisiensi sistem baterai adalah 80%, maka kapasitas baterai yang dibutuhkan adalah 10 kWh/hari * 2 hari / 0.8 = 25 kWh.
3. Panel Surya: Jika lokasi tersebut menerima sekitar 5 jam sinar matahari efektif per hari, maka kita membutuhkan panel surya dengan kapasitas sekitar 10 kWh/hari / 5 jam = 2 kWp (kilowatt-peak).
4. Regulator Pengisian Daya dan Inverter: Pilih regulator pengisian daya dan inverter yang dapat menangani daya dari panel surya dan mengelola pengisian daya baterai serta konversi daya DC menjadi AC.
5. Jumlah Panel Surya: Jika panel surya yang kita pilih memiliki kapasitas 250 Wp (watt-peak) per panel, maka jumlah panel yang dibutuhkan adalah 2 kWp / 0.25 kWp/panel = 8 panel.
Ini adalah perhitungan yang sangat sederhana dan sebenarnya ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, seperti efisiensi inverter, efisiensi kabel, dan variasi dalam produksi energi matahari. Oleh karena itu, sebaiknya melibatkan seorang ahli atau menggunakan perangkat lunak perhitungan khusus untuk mendapatkan rincian yang lebih akurat.
1. Beban Harian: Misalkan beban harian rumah adalah 10 kWh.
2. Kapasitas Baterai: Jika kita ingin menyimpan energi untuk dua hari tanpa sinar matahari, dan efisiensi sistem baterai adalah 80%, maka kapasitas baterai yang dibutuhkan adalah 10 kWh/hari * 2 hari / 0.8 = 25 kWh.
3. Panel Surya: Jika lokasi tersebut menerima sekitar 5 jam sinar matahari efektif per hari, maka kita membutuhkan panel surya dengan kapasitas sekitar 10 kWh/hari / 5 jam = 2 kWp (kilowatt-peak).
4. Regulator Pengisian Daya dan Inverter: Pilih regulator pengisian daya dan inverter yang dapat menangani daya dari panel surya dan mengelola pengisian daya baterai serta konversi daya DC menjadi AC.
5. Jumlah Panel Surya: Jika panel surya yang kita pilih memiliki kapasitas 250 Wp (watt-peak) per panel, maka jumlah panel yang dibutuhkan adalah 2 kWp / 0.25 kWp/panel = 8 panel.
Ini adalah perhitungan yang sangat sederhana dan sebenarnya ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, seperti efisiensi inverter, efisiensi kabel, dan variasi dalam produksi energi matahari. Oleh karena itu, sebaiknya melibatkan seorang ahli atau menggunakan perangkat lunak perhitungan khusus untuk mendapatkan rincian yang lebih akurat.
Komentar
Posting Komentar